Selasa, 04 April 2017

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

Ejaan yang disempurnakan adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) adalah tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capitaldan huruf miring , serta penulisan unsur sarapan.

Ruang lingkup EYD mencakup lima aspek yaitu :
1.       Pemakaian Huruf

Ejaan bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dikenal paling banyak menggunakan huruf abjad. Sampai saat ini jumlah huruf abjad yang digunakan sebanyak 26 buah.

a.          Huruf Abjad
b.         Huruf Vokal
c.          Huruf Konsonan
d.         Huruf Diftong
e.          Gabungan Huruf Konsonan

2.        Penulisan Huruf

A.    Penulisan Huruf Besar (Kapital)
Kaidah penulisan huruf besar dapat digunakan dalam beberapa hal, yaitu :
1.      Digunakan sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh : Sebuah pesawat terjun bebas

2.       Digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh : Wulan menasihatkan. ”Jaga dirimu baik-baik, Nak!”

3.      Digunakan sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang    berhubungan dengan nama Tuhan, kata ganti Tuhan, dan nama kitab suci.
Contoh : Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, kejalan yang Engkau rahmati.

4.      Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan , keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh : Nabi Muhammad S.A.W.

5.      Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, pengganti nama orang tertentu, nama instansi, dan nama tempat.
Contoh : Profesor Wijaya

6.       Digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang.
Contoh : Muhammad Rizky Awaluddin

7.      Digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa,  dan nama bahasa
Contoh : Dalam hal ini bangsa Indonesia

8.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya,dan peristiwa sejarah.
Contoh :
-          tahun Saka
-          bulan November
-          hari Jumat
-          hari Natal
-          perang dipenogoro

9.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografis
contoh : Teluk Jakarta

10.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh :
-          Dr.   = doktor
-          M.M = magister manajemen




3.       Penulisan Huruf Miring

Huruf miring digunakan untuk :

1.      Menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Misalnya : Buku Negara kertagama karangan Prapanca.
2.      Menegaskan dan mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, dan kelompok kata.

Misalnya :
-          Huruf pertama kata abad adalah a.
-          Dia bukan menipu, tetapi ditipu

4.       PENULISAN KATA 

1.      Kata Dasar

Kata dasar adalah kata yang belum mengalami perubahan bentuk, yang ditulis sebagai suatu kesatuan.

Misalnya : Dia teman baik saya.

2.      Kata Turunan (Kata berimbuhan) Kaidah yang harus diikuti dalam penulisan kata turunan, yaitu :

Misalnya :
-          Membaca
-          Menulis

3.      Kata Ulang

Kata ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda (-).  Jenis jenis kata ulang yaitu :

Contoh :
 Dwipurwa yaitu pengulangan suku kata awal.  Misalnya = Laki : Lelaki



5.       PENULISAN UNSUR SERAPAN

Dalam hal penulisan unsur serapan dalam bahasa Indonesia, sebagian ahli bahasa Indonesia menganggap belum stabil dan konsisten. Dikatakan demikian karena pemakai bahasa Indonesia sering begitu saja menyerap unsur asing tanpa memperhatikan aturan, situasi, dan kondisi yang ada. Pemakai bahasa seenaknya menggunakan kata asing tanpa memproses sesuai dengan aturan yang telah diterapkan. penyerapan unsur asing dalam pemakaian bahasa indonesia dibenarkan, sepanjang : (a) konsep yang terdapat dalam unsur asing iitu tidak ada dalam bahasa Indonesia, dan (b) unsur asing itu merupakan istilah teknis sehingga tidak ada yang layak mewakili dalam bahasa Indonesia, akhirnya dibenarkan, diterima, atau dipakai dalam bahasa Indonesia. sebaliknya apabila dalam bahasa Indonesia sudah ada unsur yang mewakili konsep tersebut, maka penyerapan unsur asing itu tidak perlu diterima.

unsur serapan dalam bahasa Indonesia dikelompokkan dua bagian yaitu :
1.   Secara adopsi yaitu apabila unsur asing itu diserap sepenuhnya secara utuh, baik tulisan maupun ucapan, tidak mengalami perubahan. Contoh yang tergolong secara adopsi, yaitu : editor, civitas academica, de facto, bridge.

2.   Secara adaptasi yaitu apabila unsur asing itu sudah disesuaikan ke dalam kaidah bahasa Indonesia, baik pengucapannya maupun penulisannya. Salah satu contoh yang tergolong secara adaptasi, yaitu : ekspor, material, sistem, atlet, manajemen, koordinasi, fungsi.

6.       PEMAKAIAN TANDA BACA

Ø Tanda Titik (.)
Penulisan tanda titik di pakai pada :
-          Akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan
-          Akhir singkatan nama orang.
-          Akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
-          Dipakai untuk memisahkan bilangan atau kelipatannya.

Ø  Tanda koma (,)
Kaidah penggunaan tanda koma (,) digunakan :
-          Antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.
-          Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan.

-          Memisahkan anak kalimat atau induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

-          Digunakan untuk memisahkan kata seperti : o, ya, wah, aduh, dan kasihan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar