Selasa, 04 April 2017

Ragam Bahasa

RAGAM BAHASA

Kamus Besar Bahasa Indonesia secara termology mengartikan bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri. Gorys Keraf (1994:1) memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkanoleh alat ucap manusia. Bahasa juga mencakup dua bidang, yaitu bunyi vokal dan arti ataumakna. Bahasa sebagai bunyi vokal berarti sesuatu yang dihasilkan oleh alat ucap manusia berupa bunyi yang merupakan getaran yang merangsang alat pendengar. Sedangkan bahasa sebagai arti atau makna berarti isi yang terkandung di dalam arus bunyi yang menyebabkan reaksi atau tanggapan orang lain.

Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.

Sehubungan dengan pemakaian bahasa indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitumasalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor,atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi,seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

Ragam bahasa di bagi berdasarkan beberapa cara yang pertama berkomunikasi yaitu :

(1) Ragam Lisan
(2) ragam tulisan

Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsurdasar dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkantulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis. Jadi dalam ragam bahasa lisan , kita menggunakan lafal, dalam ragam bahasa tulis, kita menggunakan tata cara penulisan ( ejaan ). sering timbul kesan bahwa ragam bahasa lisan dan tulis itusama. Padahal, kedua jenis ragam bahasa itu berkembang menjadi sistem bahas yang memiliki seperangkat kaidah yang tidak identik benar, meskipun ada pula kesamaannya. Meskipun adakedekatan aspek tata bahasa dan kosa kata, masing-masing memiliki seperangkat kaidah yang berbeda satu dari yang lain.


 kedua berdasarkan cara pandang penutur yaitu :

(1)  RagamDialek
(2)  Ragam terpelajar
(3)  Ragam resmi
(4)  Ragam tak resmi,

berdasarkan pesankomunikasi yaitu :

(1)  Ragam politik,
(2)  Ragam hukum
(3)  Ragam pendidikan,
(4)  Ragam sastra, dan sebagainya

Ragam bahasa menurut pandangan penutur bahas, yaitu :
1.      Ragam bahasa berdasarkan Daerah

Dikenal dengan nama logat atau dialek. Menurut pengertian Dialek adalah variasi bahasa yang berbeda menurut pemakai bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok social tertentu atau kurun waktu tertentu. Dialek suatu daerah bisa diketahui berdasarkan tata bunyinya. Bahasa Indonesia yang diucapkan dalam dialek orang Tapanuli dapat dikenali karena tekanan katanya yang sangat jelas. Bahasa Indonesia dialek Bali dan Jawa dapat dikenali pada pelafalan bunyi t dan d. Ciriciri khas yang meliputi tekanan, turun naiknya nada, dan panjang pendeknya bunyi bahasa membangun aksen yang berbeda-beda. 

Contoh: Dialek Banyumas dapat kita katakan dialek karena pada dasarnya variasi ini merupakan bagian dari bahasa jawa, tetapi memilki variasi dalam pengucapkan kata atau frasa tertentu. Misal orang Banyumas akan mengatakan “langka” untuk “ora ono” artinya “tidak ada”, “gutul” untuk “teko” artinya “tiba”, “rika” untuk “kowe” artinya “kamu”

2.      Ragam bahasa berdasarkan pendidikan

Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari.

3.      Ragam bahasa berdasarkan sikap


Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar